Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2011

HUTANG ...HUTANG ...HUTANG

Aku buat  note ttg hutang ini terutama untuk diri sendiri, yg aku ambil dr berbagai sumber tentang cara membayar hutang.
Walaupun bertahun" aku dalam bidang keuangan , terkadang dalam mengelola uang diri sendiri suka sulit *Jujur.com* .. Seringpula Lapar mata untuk membeli barang yg finally is nothing for use atau apapun kdg menggunakan KK , semoga kita bisa mengambil hikmahnya dalam note ini...


Hutang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan, konsekwensi orang berhutang mau tidak mau, punya tidak punya, harus membayar.
Sekarang model orang berhutang bermacam macam, dari mulai hutang dengan tetangga hingga dengan menggunakan kartu kredit. Memiliki barang yang disenangi tidak lagi menjadi hambatan.

Hutang yang mulanya menyenangkan mulai menjadi neraka, untuk itu perlu ada cara yang praktis agar hidup lebih bahagia dengan tetap dililit hutang, hidup tetap happy biarpun cicilan tiap bulan harus dijalankan.


CARA CEPAT BAYAR HUTANG

Prinsip dasar dari metode ini mendasarkan pd 4 hal pokok
  1. Niat membayar hutang
  2. Bersedakah dengan ihlas
  3. Yakin kepada Allah kalau Allah melunasi hutang
  4. Bersyukur karena Allah telah menyediakan uang untuk kita
  5. Bekerja dengan baik
Formulasi pembayaran hutang ini hanya bersifat memudahkan saja, agar kelima unsur tersebut memiliki kekuatan yang mempercepat hutang kita cepat terbayar.

Baiklah akan uraikan satu persatu :

Berniatlah,

tetapkan niat membayar hutang ini setiap kali teringat dengan hutang. Pupuklah niat ini, pepatah mengatakan ”semakin kuat niat maka akan semakin cepat suatu keinginan akan terwujud” jadi perbaharui selalu niat untuk membayar hutang hingga pikiran, emosi, perilaku kita terpengaruh untuk ”bagaimana segera menyelesaikan hutang”.

Jangan pernah terbersit dalam hati untuk ”tidak membayar hutang” . kita berniat sedikit saja untuk tidak bayar hutang maka pikiran kita, emosi dan perilaku kita akan terpengaruh untuk tidak membayar.

Niat ini merupakan modal dasar bagi kita untuk dapat melunasi hutang, jangan menyepelekan niat.
Niat akan menjadikan motivasi kita semakin besar, dampak yang lain adalah niat dapat mengurangi stress kita terhadap hutang, niat yang kuat dapat mengurangi kekhawatiran tidak bisa bayar hutang.

Berniatlah karena Allah, jadi berniat ihlas karena Allah untuk bisa membayar hutang. Berhutang merupakan sunah rasulullah yaitu mensegerakan untuk melunasi hutang.
Maka jika kita mensegerakan membayar hutang berarti itu perintah Allah. So… membayar hutang dengan ikhlas karena Allah.
Dengan  ikhlas karena Allah ini akan menguatkan kita dalam berusaha untuk segera membayar hutang, semakin hutang dapat di lunasi akan semakin baik.



metode kedua, agar lebih lancar targetkan perbulan untuk membayar. Misalnya 500 ribu, atau 1juta… dst, biasaya  jika pinjaman dari bank hal itu sudah ditentukan besar cicilannya.
Target perbulan ini penting agar di tiap bulannya kita bisa memprediksikan jumlah uang yang kita keluarkan baik untuk keperluan sehari hari hari maupun untuk membayar cicilan tiap bulannya. 
Untuk itu diperlukan keyakinan yang kuat kepada Allah, bahwa Allah akan memberikan jalan rejeki yang tidak di sangka sangka.

metode ke 3 setelah mentargetkan perbulan berapa rupiah, langkah selanjutnya adalah membuat rejeki kita masuk dari jalan yang tidak disangka sangka yaitu dengan cara memberikan sebagian uang kita kepada orang lain alias shodaqoh atau sedekah.

Jika kekurangan uang tadi adalah 1 juta maka uang yang kita sedekahkan adalah 110ribu rupiah, kenapa 110 ribu karena nanti Allah akan menyediakan kepada kita uang sejumlah 1100ribu (satu juta seratus ribu), atau 10 kali lipatnya. sedekah ini penting sekali karena inilah yang menjadi pokok inti dari cara ini.



Kita harus menyambutnya dengan bekerja dan mencari jalan bagaimana untuk mendapatkannya.
Ingat waktu anda hanya sebulan untuk mendapatkan lipatannya.

Cara sedekahnya pun tidak boleh sembarangan, ada caranya yaitu: 

1. sedekahlah kepada orang yang lebih membutuhkan uluran tangan kita, kepada orang tua kita, kepada saudara saudara kita dan kepada orang yang lebih dekat dengan kita.


2. cara sedekah adalah dengan ikhlas lillahi taala, tidak mengharapkan 10 kali lipatan dari Allah (karena memang ”tidak harap harapkan” namun lipatan 10 kali lipat seharusnya ”di Yakini”).

Kenapa harus ikhlas ketika memberikan karena sedekah ini pada hakikatnya adalah memberikan ke Allah, bukan ke orang yang kita beri.
Jadi pd saat kita memberikan uang sedekah hakikat sesungguhnya kita memberikan ke Allah.


3. cara memberikan kepada orang dengan cara yang baik, misalnya dengan tangan kanan, dengan senyum, dengan cara yang tidak menyinggung perasaannnnya.


4.meyakini bahwa Allah telah menyediakan kelipatan 10 kalinya dari uang yang kita sedekahkan, langsung setelah ketika kita memberikan ke orang.

Jika Allah sudah menyediakan 10kali lipatnya maka kita akan diberi kemudahan oleh Allah untuk mendapatkannya, tapi jika kita belum mendapatkan dari Allah, maka rejeki akan lebih susah kita dapatkan.
Jadi kelebihan bersedekah adalah Allah akan memudahkan usaha kita, Allah akan memberikan jalan yang tidak pernah kita sangka sangka datangnya.

Dan yang jelas kemudahan itu akan membuat kita lebih tenang dalam bekerja, lebih semangat dalam bekerja dan lebih happy tentunya.


Ingat yang mengatur Alam semesta ini adalah Allah jadi kalau yang mengatur alam semesta ini menghendaki kita untuk mendapatkan rejeki uang maka hal itu mudah saja bagiNya untuk mengatur sebarapa besar uang yang kita butuhkan.Pada tahap ini keyakinan kita diuji, apakah dengan sedekah kita yakin dapat melunasi atau tidak.

Salah satu kelemahan dari metode ini adalah jika orang yang mempraktekannya lemah imannya kepada Allah, lemah keyakinannya kpd Allah.

Berlatih lah dari yang kecil besar, besar dan besar…. yang penting adalah keyakinan kita bahwa Allah melipatgandakan.

Latihan sedekah dengan meyakini ini juga dapat untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Dengan sedekah yang sedikit kemudian kita meyakini dan Allah memberikan kelipatan maka iman kita meningkat karena kita benar benar membuktikan bahwa Allah benar benar menepati janjinya.

cara terakhir adalah ACTION, atau bergeraklah, cepat cepatlah bertindak, semakin kita cepat dalam menyambut rejeki dari Allah maka semakin cepat pula Allah memberikan kita uang.

Action lah sesuai dengan aturan yang ada, bekerjalah dengan tekun dan baik, tolonglah orang dengan ikhlas, silaturahmi, carilah kesempatan berbisnis, peluang bisnis, jualkan dagangan orang lain, jadilah penghubung, sambil relaks, ambilah kesempatan untuk bisa menjualkan milik orang lain kemudian minta bagi hasilnya.


BERSYUKUR ini sebagai kunci agar rejeki untuk kita tetap terjaga,
Allah sangat tergantung sekali dengan prasangka kita kepada Nya, jika kita berprasangka positif maka kita akan menjadi positif, tapi jika kita berprasangka negatif maka kita akan mendapatkan negatif.
Terbayarnya hutang karena kita berprasangka kepada Allah bahwa menyediakan uang untuk kita bayarkan. Hutang kita tak terbayar karena ada prasangka negatif kepada Allah

Untuk itu usaha kita dari mulai niat membayar hutang, bersedekah dan meyakini… jangan sampai dirusak oleh pikiran negatif kita.


Untuk lebih jelasnya ilustrasi agar anda dapat memahaminya dengan jelas.
Saya hutang kepada bank 50 juta, setiap bulan saya harus membayar hutang saya sebesar 1 juta. Uang belanja harian pas pasan untuk keperluan sehari hari sehingga saya harus menambahkan uang 1 juta membayar cicilan tersebut. Baiklah

cara yang pertama : SAYA BERNIAT MEMBAYAR HUTANG IHLAS KARENA ALLAH
 Cara yang kedua : SAYA BERNIAT MEMBAYAR SETIAP BULAN 1 JUTA RUPIAH 
Cara yang ketiga : SAYA BERSEDEKAH RP. 100.000,00 (SERATUS RIBU)
 Cara yang keempat: SAYA YAKIN ALLAH MENYEDIAKAN 1.000.000 RUPIAH UNTUK SAYA
Cara yang ke lima : SAYA SIAP MENYAMBUT 1 JUTA DARI ALLAH DENGAN GIAT BEKERJA MENCARI PELUANG BISNIS.  
Cara yang ke enam :SAYA AKAN BERSYUKUR SETIAP SAAT KARENA ALLAH MEMBERI KELIMPAHAN REJEKI KEPADA SAYA



Barang siapa yang hutang uang kepada  orang, lantas berkehendak untuk membayarnya maka Allah akan mempermudah jalannya  untuk melunasinya. Barang siapa yang hutang dengan tujuan tidak membayar  maka Allah akan membinasakannya.
(HR Bukhari dan Ibnu Majah)

Rasulullah SAW bersabda:
Orang yang masih mempunyai tanggungan hutang (lantas meninggal dunia) maka terbelenggu di kuburan, tidak akan lepas kecuali hutang dibayar (oleh ahli warisnya).” (HR Adailami)

Minggu, 27 Februari 2011

FILOSOFI KURA -KURA

Pernahkah kita mendengar pernyataan seperti diatas?. Seseorang yang berjalan lamban atau bergerak pelan sering diibaratkan seperti seekor kura-kura. 
Hal ini memeng terkesan negatif dan banyak orang yang tidak ingin disamakan dengan seekor kura-kura.

Apalagi dijaman seperti sekarang dimana dibutuhkan kecepatan dalam penyelesaian pekerjaan. Setiap persaingan pun dinilai berdasarkan kecepatan.

Tetapi menjadi seperti seekor kura-kura tidaklah selamanya negatif. Banyak hal yang dapat kita petik sebagai suatu nilai filosofi atau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan atau didalam bidang pekerjaan.
Adapun beberapa perilaku dari seekor kura-kura yang patut untuk dicontoh dan di ambil


Nilai filosofinya antara lain :

1. Kura-kura selalu membawa 'rumah' yang berat kemanapun dia pergi, dan tidak pernah mengeluh ataupun merasa jenuh dan lelah.    Seekor kura-kura walaupun sedang mendaki sebuah gunung tidak akan pernah menanggalkan rumahnya. Jika kita andaikan rumah si  kura-kura sebagai suatu masalah yang berat maka seperti kura-kura janganlah pernah merasa lelah dan bahkan lari dari suatu  permasalahan walaupun berat. Tetap bertahan dan hadapi dengan pasti.

2. Kura-kura selalu berjalan lurus kedepan dan tidak pernah berjalan mundur.    Hendaknya kita dalam menjalani hidup ini haruslah tetap "lurus".    Terus maju berusaha dan pantang menyerah dalam mengerjakan sesuatu atau dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Tidak pernah     lari dari tanggungjawab dan kewajiban.

3. Kura-kura bisa menyembunyikan tubuhnya ketika mendapati suatu bahaya    Seperti kura-kura kita juga harus mampu melindungi diri dari semua mara bahaya dan mampu mengendalikan diri sehingga terhindar dari bahaya yang dapat mengancam. Seperti pengaruh pergaulan yang buruk, menjadi pecandu, pemabuk dan kejahatan lainnya untuk itu seperti seekor kura-kura kita harus melindungi diri dari segala yang bisa membahayakan diri kita sendiri.

4. Kura-kura memiliki umur yang panjang. Dalam menjalin suatu hubungan baik didunia kerja, persahabatan dan hubungan keluarga dan kekasih maka usahakanlah agar berumur panjang. Memiliki mimpi atau cita-cita yang panjang dan tentunya harapan hidup yang panjang. Melakukan suatu pekerjaan atau usaha bukan karena hanya ikut musim saja tetapi bersungguh-sungguh menjaga agar berlangsung lama.

5. Kura-kura bisa hidup didarat ataupun diair.    Sikap kura-kura yang bisa menyesuaikan diri dengan segala keadaan patut untuk ditiru dalam menjalani suatu pergaulan di masyarakat.    Kita harus bisa menyesuaikan diri dalam bergaul sehingga bisa menjadi pribadi yang menyenangkan.  

Optimislah,…betapapun eksisnya kejahatan, di sana masih ada kebaikan! 

Optimislah,…betapapun peliknya permasalahan, di sana masih ada solusi! 

Optimislah,..betapapun parahnya kegagalan, di sana masi ada kesuksesan!

Optimislah,…betapapun kerasnya realitas, di sana masih ada harapan yang bermekaran!



Napoleon pernah ditanya, “Bagaimana Anda bisa memberikan rasa percaya diri kepada anggota-anggota pasukan Anda?”


Ia menjawab, “Saya selalu member jawaban dengan tiga kata: 

kepada seorang yang mengatakan, ‘saya tidak mampu’, saya mengatakan ’berusahalah’. 

Kepada seorang yang mengatakan ‘Saya tidak tahu’, saya mengatakan kepadanya, ‘Belajarlah’. 

Dan kepada seorang yang mengatakan, ‘Mustahil’, saya mengatakan ‘Cobalah’

JALAN PIKIRAN

Alkisah Seorang Pemuda yang ingin melupakan sesuatu datang menemui gurunya.

Setelah bercerita panjang lebar Sang Guru pun berkata.

"Coba anda lempar sebutir kerikil itu ke dalam telaga yang tenang. Apa yang kau lihat..???"



"Saya melihat sebuah riak gelombang yang mengalun ke penjuru telaga Guru." jawab sang pemuda.

"Ya, itulah gambaran pikiran anda" Lalu sang Guru pun menjelaskan. Kini, bisakah anda menghentikan laju riak gelombang itu? Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak tangan anda ke dalam air. Atau, menghadangnya dengan ke dua belah kaki anda atau benda-benda lainnya.
Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan.
Satu- satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.

Dahsyatnya Pikiran Manusia" ibarat gunung es yang berada di bagian permukaan air. Alam Pikiran (mindset) manusia berada di bawah permukaan, namun mempunyai dampak yang dahsyat dalam kehidupan manusia.



Apa yang dipikirkan, itu yang menjadi perilakunya. Seringkali manusia menyepelekan apa yang ada dalam alam pikirannya. Banyak dari manusia dipengaruhi oleh pikiran yang ada di luar dirinya. Sehingga perilakunya tidak menunjukkan kepribadiannya.

Pikiran menjadi manusia mengada (being). 

Keberadaan manusia selain ditunjukkan fisik jasadnya, juga ditentukan kondisi rohaninya. Kondisi rohani meliputi aspek spiritual dan aspek akal budi (pikiran).

Aspek spiritual dalam diri manusia mengarah pada tujuan yang benar dari keberadaan manusia, yaitu sebagai makhluk yang diciptakan Allah. Motivasi ibadah dalam kebudayaan manusia menjadi bagian inklusif dalam diri manusia (fitrah).


Di sinilah ada dua tarikan yang saling berlawanan, yaitu : ke arah kebenaran dan ke arah kesalahan. Dua kutub yang berlawanan ini menjadi dialogis yang khas dalam perjalanan dinamika budaya dan sejarah peradaban manusia.

Manusia berada di tengah dilema di atas diberkahi dan dianugrahi akal pikiran untuk memilah dan memilih sebagai jalan kehidupan. Ini menunjukkan kekhasan dan keunikan manusia dibandingkan makhluk lainnya dengan kemampuan ia memilah dan memilih mana benar dan salah yang terletak dalam pikiran manusia (mindset).

Kemampuan pikiran manusia membedakan manusia dari makhluk lainnya. Kemampuan pikiran manusia menjadikan manusia istimewa dibandingakan dengan malaikat maupun setan maupun makhluk lainnya.



Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran.
Semakin keras anda melakukan sesuatu pada pikiran anda, semakin sulit anda mencapai ketenangan itu.
Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran anda.
Biarkan pikiran berangsur- angsur tenang.
Ketenangan diri dimulai dari ketenangan pikiran; sedangkan ketenangan pikiran bermula dari ketenangan hati.
Dalam hati yang tenang dan suci temukan jiwa yang tenang.

---------
 yakinlah semua ini sudah diatur oleh sang Maha Sutradara (Allah swt).

Janganlah kau meratapi dan memikirkannya ataupun menyesalinya...

Tenangkanlah hati dan pikiranmu...

Bukankah Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya...

Bukankah Allah lebih tahu akan apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya...

Sebaik apapun di mata kita belum tentu baik dimata Allah..

Ingatlah semua Obat/Pil itu rasanya sangat pahit... Namun sangat bermanfaat bagi kita...

Dan sebaliknya... hampir semua yang manis-manis adalah ancaman bagi Kita.. kecuali kita mau mensyukuri Nikmat-Nya.

Jumat, 18 Februari 2011

HATI - HATI


Musim penghujan di negeri ini bagi sebagian orang berarti harus waspada terhadap musibah banjir dan longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu

Namun demikian, semahir apapun kita berkendara di jalan yang rusak dan berlubang, jika tidak diiringi kehati-hatian maka peluang untuk terperosok ke dalam lubang pun makin besar

Kehati-hatian kita dalam menyusuri jalan rusak dan berlubang ini seharusnya juga mengingatkan kita bahwa dalam menjalani hidup pun sudah seharusnya kita jalani dengan penuh kehati-hatian.

Setiap langkah perjalanan hidup yang kita lalui jangan sampai terperosok dari satu lubang ke lubang yang lain


Berhati-hatilah dengan lisan kita, jangan sampai ada orang lain yang hatinya terluka. Ada ungkapan yang mengatakan bahwa luka hati bisa saja dimaafkan tapi belum tentu bisa dilupakan.

Berhati-hatilah dengan nafkah kita, jangan sampai ada sesuatu yang sebenarnya bukan hak kita yang ikut kita makan

Berhati-hatilah dengan amanah kekuasaan kita, jangan sampai posisi kita yang seharusnya menjadi momentum untuk membuat kebijakan yang membawa kebaikan, justru malah membawa kemudharatan.


Berhati-hatilah dengan setiap amal kebaikan yang kita tebarkan, jangan sampai menjadi sesuatu yang tidak bernilai hanya karena niat kita yang tidak ikhlas demi mengejar popularitas.

Berhati-hatilah dalam menyusuri perjalanan hidup kita yang singkat ini, agar kelak bisa menjadi sejarah yang indah untuk dikenang sepanjang masa…

Ketika kita menanggalkan semua gelar kehormatan dan atribut lainnya maka itulah diri kita yang sesungguhnya.
Kalau orang masih menghormati kita hanya karena atribut-atribut ini, berarti pada hakikatnya kita belum menjadi orang yang baik dan terhormat. Semoga kita menjadi pribadi-pribadi yang layak untuk dimuliakan dan ditinggikan derajatnya disisi Allah


berhati-hatilah dengan waktu luang. Kalau tidak bisa diisi dengan yang produktif, setidaknya, isilah dengan yang tidak melalaikan

Nabi SAW bersabda, 

”Tiga hal yang merupakan sumber segala dosa, hindarilah dan berhati-hatilah terhadap ketiganya. Hati-hati terhadap keangkuhan, karena keangkuhan menjadikan iblis enggan bersujud kepada Adam, dan hati-hatilah terhadap tamak (rakus), karena ketamakan mengantar Adam memakan buah terlarang,
dan berhati-hatilah terhadap iri hati, karena kedua anak Adam (Qabil dan Habil) salah seorang di antaranya membunuh saudaranya akibat dorongan iri hati.”

Kamis, 17 Februari 2011

KEMARAHAN DAN KASIH SAYANG

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi…" sang guru balik bertanya,

"Lawan bicaranya justru berada disampingnya.
Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka.
Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.


Sang guru lalu berkata;

"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,
jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat.

Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.

Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak,
semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi.
Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan;
"Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.
Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.
Ucapkanlah kata-kata yang bijak dan santun.

Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana.
Karena waktu akan membantu anda."

Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. At-Tirmidzi)


marah dan emosi adalah tabiat manusia. 

Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. 

Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri,
Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai,
sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai.” (HR. Ahmad).

Marah adalah salah bentuk luapan rasa tidak puas atau tidak cocok manusia terhadap apa yang ada disekitarnya. Marah pertanda kita memiliki perasaan.

Berikut tips cara menghilangkan rasa marah:

1. Bacalah ta`awudz (Audzubillahi minasy syaithani rrajiim)

2. Jika ucapan ta`awudz belum juga menghilangkan marah, posisikan tubuh kita menjadi lebih rendah dari sebelumnya.

3. Diam atau tidak berbicara. Cara ini sangat ampuh untuk mengontrol amarah. Berbicara saat sedang marah sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

4. Berwudu. Karena marah adalah api, yang bisa melawannya hanya air



Sang guru masih melanjutkan;
"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta?

Mereka tak hanya tidak berteriak,
namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.
Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas.

Mengapa demikian?"

Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.

Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.

"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak.
Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan.

Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia  cemburu.

Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 

Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.

Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 

Kasih tidak berkesudahan


Islam agama penuh dengan kasih sayang. 

Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada disekeliling kita adalah ibadah.

Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.

“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)

BELAJAR LEBIH BIJAK


Ada seseorang saat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan, memungut sampah kertas di lantai dan memasukannya ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut  

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.  


Ada Seorang anak menjadi murid di toko sepeda.  Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda tersebut hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. 

Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, dia merasa senang dan si adik kecil tadi, ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.  


Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”  

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah. perbanyaklah senyum.






Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.

” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”   

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.


Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya:  “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.

” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.”
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .”   

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.   


Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.
” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” 

Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.   

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.  


Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja   

inti dari semuanya adalah menghindari sebuah kata yang paling enak yaitu nyaman dan malas. bila sudah mentok dengan sebuah dinding cari lagi inspirasi 

POTENSI DIRI

Banyak yg pernah dengar cerita ini.. saya mengambil contoh cerita ini ditambah dengan tulisanku

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? 
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Ini yang terjadi. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, "Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini." Kemudian loncatannya   disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, "Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!"

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.


Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api.
Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai.
Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, "Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok"
Ingat! Mereka adalah kotak korek api.
Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.


Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya.

Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun pasti kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan "gagu" dia mampu lulus dari Harvard University . 

Mereka adalah orang yang mampu menembus kungkungan kotak korek api.
Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.

BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . !



Percaya diri itu seni.
Jika Anda merasa belum percaya diri, maka Anda bisa menjadi percaya diri. Jika Anda sudah merasa percaya diri, maka Anda bisa menjadi lebih percaya diri.
Percaya diri itu dinamis, ia bisa naik dan turun, berubah dan berkembang. Apa yang perlu Anda lakukan, adalah menjaganya agar tetap berada di tingkat yang optimal dan sehat.

Dengan percaya diri, Anda menggeser fokus diri dari jebakan ketakutan akan kegagalan dan kerugian, ke cara pandang yang optimis tentang berbagai kesempatan dan keberhasilan. Anda akan menjadi orang yang success oriented. 

Dengan percaya diri, Anda tidak akan merasa cukup hanya dengan 'positive thinking', tapi lebih dari itu, Anda akan menuntut 'positive knowing'. Dengan 'positive knowing', Anda akan menjadi orang yang ahli di bidangnya. Anda akan menjadi orang yang expert, ahli dan pakar. Itulah jalan menuju kesuksesan Anda.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, tidaklah Alloh menurunkan baik di dalam taurat, di dalam Zabur, di dalam Injil, tidak juga di dalam Al Furqan (Al Quran) sebuah surat yang seperti ini, sesungguhnya ia adalah As Sab’ul Matsaani (Al Fatihah).” 
(Shahih, HR. Tirmidzi, 5/2875, disahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi, lihat Tafsir Ibnu Katsir jilid 1 hal 13)


8 Langkah yang harus lakukan untuk mencapai potensi hidup yang maksimal adalah :

Langkah pertama : Gambarkanlah Impian atau cita cita anda secara Mendetail.

Menurut banyak penelitian yang telah dilakukan, orang orang yang telah meraih kesuksesan, jauh sebelum itu mereka telah memiliki impian yang jelas terhadap apa yang ingin mereka raih.
Milikilah impian yang jelas dan visualisasikan hal tersebut dengan media yang nyata seperti menuliskannya dalam sebuah buku yang disertai dengan gambar – gambar detail beserta target waktu yang diperlukan dalam usaha meraihnya hal tersebut.

Langkah kedua : Perluaslah wawasan anda 

Setelah anda mempunyai gambaran yang jelas terhadap hal yang menjadi impian anda, janganlah berhenti sampai pada tahap seorang pemimpi saja. Tiada kesuksesan tanpa perjuangan, tiada orang yang menjadi pintar tanpa belajar.

Orang orang yang ingin berhasil haruslah berani untuk belajar, mencoba sesuatu hal yang baru untuk mengembangkan wawasannya. Karena dengan wawasan tersebut ia dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat banyak.

Langkah ketiga : Lakukanlah tindakan nyata yang mendekatkan anda pada impian

Tidak ada satu teoripun yang dapat dibandingkan dengan tindakan nyata yang anda lakukan.
Jadi lakukanlah tindakan – tindakan sekecil apapun yang mendekatkan diri pada impian anda.


Langkah keempat : Kembangkanlah pikiran positif dalam diri anda secara terus menerus

Setelah anda melakukan tindakan nyata dalam pengembangan diri anda, yaitu dengan memperluas wawasan dan pengetahuan anda maka langkah berikutnya adalah berfikir positif.
 
Yakinlah bahwa apa yang telah anda lakukan itu merupakan suatu proses yang benar untuk membawa anda menuju kepada kesuksesan yang anda impikan.
Lakukan hal ini dengan merelaksasikan tubuh dan pikiran anda dalam kesendirian lalu diikuti dengan  mengucapakan kata kata positif, hal ini terutama dilakukan di pagi dan malam hari menjelang tidur.

Langkah kelima : Bayangkanlah apa yang anda lakukan ketika anda berhasil meraih impian

Teknik membayangkan ini juga merupakan bagian penting. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri anda dalam bertindak. Fakta menunjukan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri.

Jika membayangkan saja anda tidak berani bagaimana anda dapat merealisasikan hal itu menjadi kenyataan.
Bayangkanlah didalam benakmu, dalam percakapanmu, dalam perbuatanmu dan semua indera yang anda punyai dan resapilah sampai ke pikiran alam bawah sadarmu.

Langkah keenam : Bertemanlah dengan orang orang positif

Seperti kata pepatah lama, jika ingin berhasil maka belajarlah dengan yang sudah berhasil dan jika ingin memaksimalkan potensi diri anda maka betemanlah dengan orang orang yang mempunyai impian dan cita cita besar seperti itu juga. 

Pikiran anda bertindak layaknya seperti antenna radio yang menangkap sinyal dengan frekuensi yang anda pilih sendiri, semakin dekat pemancarnya, semakin bagus suara yang dihasilkan maka pilihlah frekuensi dari orang orang positif yang berada di dekat anda.

Langkah ketujuh : Teruslah bangkit ketika anda mengalami kegagalan ataupun rintangan 

Anda boleh saja terjatuh dan gagal dalam hidup ini, tetapi pastikanlah anda akan terus bangkit setelah itu. Justru dengan kegagalan anda dapat belajar tentang banyak hal yang membuat anda berkembang jauh lebih baik ke depannya nanti. Anda harus berani untuk keluar dari kegagalan masa lalu dan menghadapi hari esok menuju yang lebih cerah

Langkah kedelapan :Lakukan semua hal dengan iklas, sungguh sungguh dan penuh suka cita

Ingat bahwa hakekat keberhasilan merupakan suatu proses yang indah jadi nikmatilah semua proses yang terjadi. Bukankah setiap hal yang anda lakukan di dunia ini adalah untuk meraih kebahagian  ataupun membahagiakan orang orang yang kita cintai??

jadi merupakan suatu hal yang tidak tepat jika kita malah bersedih, berkeluh kesah dan menderita dalam proses kesuksesan yang sedang kita perjuangkan.

Hadapilah semuanya dengan senyum dan bersemangatlah.

Janganlah anda menunda kebahagiaan sampai anda mencapai semua sasaranmu.
Jika anda telah berjuang, bekerja dan berusaha dengan seluruh daya upaya yang anda miliki secara optimal maka anda sebenarnya sudah layak untuk berbahagia pada saat ini juga !

INGAT MASALAH , INGAT 5 JANGAN

Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang akan selalu menghampiri kita. Kapanpun dan dimanapun masalah akan selalu menghampiri kita.


Yang harus menjadi perhatian, bagaimana sikap kita terhadap masalah tersebut?
Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita.

Kenyataan memperlihatkan ada yang hancur oleh masalah, namun ada pula yang melejit menjadi manusia terhormat, berkah dari masalah, namun ada pula yang melejit menjadi manusia terhormat, berkah dari masalah yang menimpanya.

Karena itu kita harus memiliki pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran dan kemuliaan disisi Allah. 

Dengan mendapat masalah, seseorang dituntut untuk berpikir kritis dan mencari jalan keluar. Semua ini akan menjadikannya lebih dewasa dan bijaksana dari sebelumnya. 

Oleh sebab itu, bersyukurlah kalau kita mendapat masalah. 

Tetaplah tanamkan pemikiran positif bahwa masalah adalah berkah. 

Masalah itu bukti cinta Allah kepada kita. Itulah cara Allah untuk mendidik kita.


Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya.

Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita.

Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah. 

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. 

Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Allah memberi kita pelajaran melalui waktu, dan Allah juga menunjukkan kita kesejatian hidup melalui sikap. 

Di dunia ini tidak satu makhlukpun yang bisa menghindar dari MASALAH, karena masalah itulah yang bisa mendewasakan makhluk untuk lebih bijak dalam hidup.

Kecermatan kita pada setiap hela nafas akan menyadarkan kita kepada hakikat makna kehidupan dan selalu mengingatkan kita bahwa dibalik semua yang kita lakukan ada sutradara dan sekaligus produser yang maha dahsyat dan maha hebat.

Dewasanya manusia bukan dilihat dari usia, bukan pula di lihat dari jabatan, pangkat dan tahta yang dia miliki, bukan pula kedewasaan itu di lihat banyaknya teman.

Namun dewasanya manusia akan di lihat bagaimana manusia itu menyikapi masalah dalam kehidupannya, bagaimana manusia menyikapi hidup sesaat ini dan bagaimana manusia itu menjadikan tiap langkahnya sebagai tangga yang harus dilalui untuk menuju ke puncak kebijaksanaan.


Karena itu kita harus memiliki pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran dan kemuliaan disisi Allah.

 Nah ketika dihadapkan dengan masalah ingat: 5 JANGAN!


 1. JANGAN PANIK 

 Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus diambil adalah jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk selalu tenang dan tidak panik menghadapi situasi segawat apapun.

2. JANGAN EMOSIONAL 

 Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsyu, sedangkan nafsyu yang tidak terkendali buakn jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukannya tidak boleh tertindak, tapi yang tidak boleh adalah bertindak secara emosional.

3. JANGAN TERGESA-GESA 

Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat dihadapkan dengan masalah yang rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (Benar, Akurat dan Lengkap).

 4. JANGAN MENDRAMATISIR MASALAH 

 Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi masalah yang dihadapi tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan.

 5. JANGAN PUTUS ASA 

 Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. Ingatlah, bersama kesulitan ada kemudahan!

MENGELOLA WAKTU



Mengelola waktu berarti menata diri dan merupakan salah satu tanda keunggulan dan kesuksesan.
Oleh karena itu, masalah ini adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita semua, apapun jabatan dan profesi kita serta tidak memandang tinggi rendahnya kedudukan seseorang.
betapa pentingnya mempelajari manajemen waktu bagi  kita.


Namun sebelum kita mempelajari manajemen waktu, maka perlu kita sadari terlebih dahulu beberapa tabiat waktu agar kita benar-benar dapat memahami esensi dari waktu tersebut, yakni: Cepat berlalu; Tidak Mungkin kembali; Harta termahal.

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa waktu adalah modal yang paling unik yang tidak mungkin dapat diganti dan tidak mungkin dapat disimpan tanpa digunakan, serta tidak mungkin mendapatkan waktu yang dibutuhkan meskipun dengan mengeluarkan biaya.

Musuh terbesar dalam karier seorang manusia adalah waktu. Waktu yang telah terlewat dengan sia-sia atau percuma, tidak dapat kembali begitu saja. Tidak dapat dibeli dengan uang.

Oleh karena itu, manfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam bekerja dan berkarya. Ingatlah pepatah lama, time is money. Untuk itu dalam berkarier perlu adanya manajemen waktu yang baik - dimana produktivitas, efektivitas, dan efisiensi sebagai tolak ukurnya.


7 Prinsip manajemen waktu yang kreatif menurut DR Jan Yager:
selalu aktif (bukan reaktif),
tentukan sasaran, tentukan prioritas dalam bertindak,
pertahankan fokus,
ciptakan tenggat waktu yang realistis,
dan lakukan sekarang juga 


(DO IT NOW):

D = Divide (bagi-bagilah tugas).

O = Organize (atur bagaimana melaksanakannya). 

I = Ignore (abaikan gangguan). 

T = Take (ambil kesempatan).

N = Now (sekarang harus dijalankan).

O = Opportunity (ambil kesempatan).

W = Watch out (waspada dengan waktu).

Penundaan adalah pencuri waktu” (Edward Young, Night Thoughts).

Hambatan utama dalam mengatur waktu adalah ketidakmampuan untuk berkata “tidak”, penundaan, pekerjaan tulis menulis, mengendalikan pengaruh telepon dan televisi, kegagalan dalam menentukan prioritas, waktu pulang pergi dalam melakukan perjalanan, mengeluh, dan alasan.

 


Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.

1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. 
Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan.

Kita haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat

Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain.


Dalam hal ini, manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.

1. Pengetahuan kaidah yang rinci tentang optimalisasi waktu

Kita hendaknya memahami dan mengetahui kaidah-kaidah yang rinci tentang cara mengoptimalkan waktu. 
Hal ini bertujuan untuk kebaikan  untuk dirinya dan orang lain. Tokoh-tokoh seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Nawawi, dan Imam Suyuthi adalah orang-orang yang menjadi teladan bagi orang-orang yang bisa mengoptimalkan waktu semasa hidupnya.

2. Memiliki manajemen hidup yang baik
Kita haruslah pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Kita harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.

3. Memiliki fleksibilitas dlm berpikir
Kita haruslah memiliki keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.

4. Visioner
Kita juga harus memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yag akan terjadi di tahun-tahun mendatang.
 
5. Melihat secara utuh setiap persoalan
Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, persoalan itu memiliki kaitan dengan yang lainnya.

6. Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas
Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.

7. Tidak tergesa gesa dalam mengerjakan sesuatu
Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik.

8. Berupaya seoptimal mungkin
Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.

9. Spesialisasi dan pembagian pekerjaan
Kita haruslah memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.


Landasan-landasan di atas hanya dapat dipenuhi, jika telah memenuhi syarat sebagai berikut.

1. Disiplin dan Pembiasaan sejak dini

Penanaman disiplin akan waktu, mengahargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, ia akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas. Disiplin terkait dengan ibadah, tidur, makan, termasuk senda gurau. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Berilah istirahat hati karena kalau dipaksakan akan membabi buta.”

2. Memiliki kecerdasan dan kejeniusan

Munculnya indikasi kecerdasan pada seseorang merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan hal di atas.

3. Memiliki kondisi fisik dan mental yang positif

Untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi, seperti sedih, berduka dan susah, di samping memiliki budi pekerti dan akhhlak yang tinggi.

4. Memiliki ketrampilan

Pengetahuan yang luas, tanpa diiringi dengan ketrampilan hanya akan menjadi aksi yang tidak kongkret. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang bisa bekerja dan menekuni bidang pekerjaannya.


Ingat kita tidak bisa mengelola waktu, yang kita kelola adalah kehidupan kita

BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA

Dalam budaya Indonesia dikenal pepatah "bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati tak dimakan bapak mati"

sebuah kondisi dimana kita dihadapkan kepada pilihan yang sulit.



Ini adalah sebuah kiasan bagaimana sulitnya kita mengambil keputusan.

Jika dibiarkan, hidup kita akan terombang-ambing dengan 2 keputusan yang menggantung.
Semua aktivitas kita akan terganggu, membuat hidup tidak produktif, perasaan emosi yang negatif, dan akan menurunkan tingkat kesehatan juga
Ada dua strategi berpikir yang bisa kita terapkan saat kita menghadapi bagai makan buah simalakama.

Silahkan pilih yang paling sesuai dengan kondisi Anda.


STRATEGI PERTAMA: 

Ambilah Keputusan dan Konsekuensinya

Disaat tidak ada lagi pilihan yang bisa diambil.
Kita harus segera mengambil keputusan. Meski keputusan itu pahit dan tidak mengenakan.
Yang namanya bagai makan buah simalakama, tentu setiap pilihan kita akan membawa sebuah konsekuensi yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu, pilihlah konsekuensi yang paling ringan.

Yang dimaksud bersiap menerima konsekuensi itu tidak selamanya pasrah, menerima apa yang terjadi. Tetapi bersiap untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul.
Setidaknya dengan tujuan untuk meminimalisir akibat negatif dari konsekuensi tersebut.
Mungkin kita belum tahu cara, tetapi kita bisa pikirkan nanti. 

Percayalah, Anda BISA

Namun yang ingin saya tekankan disini ialah kita harus segera mengambil keputusan dan menerima konsekuensinya. 

Percayalah ke depan kita akan bisa mengatasi, memperbaiki, atau menyembuhkan akibat dari konsekuensi tersebut

Memang, konsekuensi negatif yang datang akan menjadi masalah baru.

Tetapi kita harus percaya diri bahwa kita sanggup mengatasinya di kemudian hari dan kita yakin bahwa Allah akan menolong kita




STRATEGI KEDUA: Carilah Kemungkinan Pilihan Lain


Jika memungkinkan, cobalah cari alternatif pilihan lain.
Tidak bisa? Jika memang tidak bisa, maka kita kembali ke strategi pertama.

Kuncinya ialah kita memiliki pikiran yang terbuka untuk menerima ide dan gagasan baru.

Baik terbuka terhadap ide sendiri maupun ide dari orang lain.
Seringkali orang tertutup pikirannya sehingga tidak menemukan alternatif lain.

Pikirkan, berpikirlah kreatif karena bisa jadi masih ada alternatif lain yang jauh lebih baik daripada pilihan-pilihan yang sudah ada.

Bukalah hati, pikiran, dan mata Anda.

Mintalah Allah menunjukan solusi.

Berdo’alah, tenang, dan bukalah mata hati Anda, mungkin ada alternatif lain di luar sana yang belum terpikirkan.

Jangan cepat menyerah

HUKUM TRUCK SAMPAH

Seberapa sering kita membiarkan orang lain mengubah mood kita ?

Apakah kita membiarkan supir yang sembrono, pelayan yang kasar, bos yang emosi, atau rekan kantor yang gak berperasaan --- menghancurkan hati kita?

Terkecuali kalau kita adalah robot; mungkin tanpa sadar seringkali kita membalas memaki / memarahi mereka.



Namun, CIRI KHAS dari orang yang sukses adalah seberapa cepat dia dapat kembali dia berfokus pada apa yang penting.

INI SUATU PELAJARAN DARI SEORANG SUPIR TAXI

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami.

Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.
Pengemudi mobil hitam tsb mengeluarkan kepalanya & memaki ke arah kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.



Saya sangat heran dgn sikapnya yg bersahabat. Saya bertanya,
“Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari supir taxi tsb mengenai apa yg saya kemudian sebut “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan.
Seiring dgn semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat utk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kpd anda.

Jgn ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, do’akan mereka, lalu lanjutkan hidup.

“Doakanlah mereka yang pernah membuatmu jengkel atau dongkol. Mohonkan kepada Allah agar Ia senantiasa memberkahi dan melapangkan jalan segala apa yang mereka cari.”-

Jgn ambil sampah mereka utk kembali membuangnya kpd orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dlm perjalanan.

Intinya, orang yg sukses adl orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dgn merusak suasana hati.



Hidup ini terlalu singkat utk bangun di pagi hari dgn penyesalan, maka sayangi dan kasihilah orang yg memperlakukan anda dgn benar, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dlm hujan.

Selamat menikmati hidup, semoga kita selalu mendapat ridho Allah subhana wa ta’ala, sehingga langkah-langkah kita bebas dari “sampah”.

Orang yang berhasil --- tidak pernah membiarkan "Truk Sampah" mengambil alih mereka.

Apa yang akan terjadi dalam hidup kita, jika mulai hari ini kitamembiarkan muatan lebih "Truk Sampah" melewati anda! Ini tebakanku:KITA PASTI AKAN BAHAGIA

MASA LALU



Semua orang mempunyai masa lalu, dimana masa lalu itu telah terisi oleh kenangan manis maupun pahit.
Kesalahan di masa lalu, bagi sebagian orang akan menjadi kenangan pahit yang selalu berusaha untuk dilupakan karena cukup menyesal telah mengalaminya.

jika masa lalu kita selalu lebih baik dari kehidupan saya sekarang. Kadang berkhayal kembali hidup di masa lalu.






Ada sisi positif dan negatifnya dari hal ini menurut saya.

- Sisi positifnya, dimana ketika merasa stress, down, sedih, butuh semangat ataupun kecewa, memori masa lalu membuat kita bangkit dan memiliki secercah harapan bahwa pernah memiliki kehidupan yg lebih baik dari ini. Hal tersebut merubah emosi negatif menjadi positif.

- Namun sisi negatifnya jika hal tersebut selalu dilakukan, akan merasa diri useless dalam hidup ini, membuat tidak berkembang dan merasa hidup di masa lalu hidup untuk masa lalu dan terjebak akan memori-memori sendiri. Menjadikan memori itu berasa hambar kenikmatannya dan menjadikan muak sendiri.

"masa lalu tidak akan membuat Anda bahagia"
Akhirnya saya menyimpulkan bahwa jika kita selalu mengingat masa lalu maka kita akan membuat suatu standarisasi subjektif kita yang belum tentu baik buat kehidupan kita.

Memang kita terkadang perlu mengetahui detail masa lalu yang penting bagi kita, hal ini akan membuat kita lebih baik nantinya di masa yang akan datang. Tapi jangan sampai masa lalu menjadikan kita secara tidak sadar membuat kita stuck pada suatu hal (tergantung memori apa yang selalu anda ingat).


 Hal ini dikarenakan standarisasi yang terbentuk dikarenakan masa lalu yang selalu kita ingat. Maka dari itu jadikanlah masa lalu sebagai suatu pelajaran untuk memperbaiki diri di kemudian hari, masa yang akan datang buatlah frame baru yang tidak ada kaitannya dengan masa lalu, sehingga kita bebas dari patokan-patokan yang seharusnya disingkirkan.

Mindset saya telah diletakkan dalam posisi dimana kesalahan di masa lalu adalah pembelajaran. Saya tidak akan melakukan apa-apa karena dengan kesalahan itu saya bisa belajar bertindak, jadi kesalahan dimasa lalu adalah guru terbaik.


Fokusnya adalah bagaimana agar kita bisa mengatasi masalah-masalah yang akan muncul di hari depan, dan mendapatkan pelajaran dari kesalahan masa lalu sehingga tidak akan melakukan kesalahan itu lagi, dan bagaimana kita akan menghadapinya jika seandainya muncul masalah yang sama.


Dengan begini, kita akan menyimpan erat memori kesalahan di masa lalu sebagai lampu kuning bagi segala tindakan di masa depan nantinya. Jangan dibuang teman, jangan disesali, dan jangan pula bersedih atas kesalahan masa lalu. Berbanggalah karena mengalaminya.

Kamulah yang mengendalikan pikiranmu, jangan sampai pikiran yang mengendalikanmu.
Bersikap positif dengan membalikkan semua pikiran negatif agar tidak dikendalikan oleh pikiran itu.

Jika kita telah memahami kekuatan pikiran ini, maka kita akan paham sedalam-dalamnya sebuah pepatah..... ” Kegagalan adalah cambuk untuk menuju kesuksesan”

Jadi, jangan takut salah atau gagal.


MENYEMBUHKAN MASA LALU

Jika kita selalu berpikir dengan cara lama, maka kita akan menghasilkan pencapaian seperti yang sudah-sudah.
Padahal Islam mengajarkan bahwa setiap hari harus menjadi hari yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk menghasilkan hasil yang lebih baik, maka diperlukan cara berpikir yang lebih baik.

Cara berpikir yang lebih baik akan menghasilkan tindakan yang lebih baik dan tindakan lebih baik akan menghasilkan pencapaian yang lebih baik.

Seperti sebuah komputer, untuk hasil yang lebih baik, komputer kita harus di-upgrade. Begitu juga dengan pikiran kita, kita harus meng-upgrade pikiran kita untuk hidup yang lebih baik

Lalu mengapa begitu sulit memiliki pikiran lebih positif.
Mengapa cara kita berpikir sulit berubah? Jawabannya karena ada suatu “penyakit” dari masa lalu yang seolah menyumbat perkembangan pikiran kita.

Penyakit ini harus disembuhkan agar tidak menjadi penghambat kita memiliki pikiran yang lebih positif. Penyakit ini biasanya diawali oleh luka emosinal. Karena luka ini tidak segera kita sembuhkan, maka terus membesar, infeksi, dan menjadi sebuah penyakit.

Oleh karena itu, kita perlu menyembuhkan terlebih dahulu luka emosional yang kita miliki.
Luka-luka emosional biasanya datang dari:
  • Vonis orang lain yang merendahkan
  • Ejekan
  • Hinaan
  • Anggapan negatif
  • Tuduhan menyakitkan
  • dan sebagainya
Dan sumber penyakit ini akan sangat kuat jika datang dari orang yang memiliki otoritas dan berulang-ulang.
Lalu bagaimana cara menyembuhkannya?

Maafkanlah mereka.
Luka emosional akan tetap ada selama kita membiarkan orang lain melukai kita.
Namun sekali kita memaafkan orang lain, maka luka itu akan hilang seiring hilangnya marah kita kepada orang yang telah melukai kita
Mungkin kita merasa tidak marah, namun jika seseorang pernah mengatakan sesuatu yang merendahkan kita, tetap saja harus kita maafkan.

Cara memaafkan sederhana, yaitu kita mau memaafkannya.
Kuncinya kemauan, tanpa “tapi” tanpa syarat.


Hidup cuma satu kali
Selagi masih muda, lakukan yang terbaik, dan kembangkan kemampuan diri
Percaya dan yakinkan saja, dengan meninggalkan masa lalu akan membuat hidup lebih berarti
Bukan karena masa lalu terlalu menyakitkan
Bukan karena masa lalu tidak mempunyai kekuatan
Tapi karena  ingin menemukan kebahagiaan di masa depan

jangan pernah menyesali keadaan
Jangan pernah menyesali masa lalu
Tanpa ada masa lalu kita tidak akan pernah seperti sekarang
Buatlah keputusan dan pilihan..karena keputusan membuat hidup lebih berarti

Keputusan membuat kita terbebas dari rasa bimbang dan bingung
Teruslah yakin bahwa keputusan yang kita ambil adalah yang terbaik untuk diri kita sendiri
Tidak ada keputusan yang salah..

Semua keputusan benar, tergantung seberapa besar keyakinan kita terhadap kebenaran dari keputusan yang kita buat sendiri..karena ini hidup kita
Ini jalan kita  dan ini bahagia kita
Rengkuhlah dan jemputlah..