Kamis, 07 Juli 2011

PERMATA HATI DALAM KELUARGA, AMANAH TERINDAH YANG HARUS DIJAGA (PR u/ ORANG TUA)

Assalaamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh


Sering kita dengar hal" dibawah ini :

* Jika Anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
* Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
* Jika anak dibesarkan dengan ketakutan,ia belajar gelisah
* Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
* Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
* Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
* Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
* Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
* Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
* Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia abelajar menghargai
* Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
* Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar mengenali tujuan
* Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi,ia belajar kedermawanan
* Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
* Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
* Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia menemukan cinta dalam kehidupan
* Jika anak dibesarkan dengan ketenteraman, ia belajar berdamai dengan pikiran (Dorothy Law Notle)


Mari kita kombinasikan dengan cara islam^_^

Anak adalah anugerah terindah dalam hidup ini. Ia adalah amal yang akan kita tinggal didunia. Karena satu diantara amalan yang tak akan terputus di dunia ini adalah anak yang sholih dan sholihah. Namun anak sekaligus permata dalam keluarga, yaitu sebuah amanah yang harus dijaga.

Penanaman aqidah yang benar dalam diri anak akan membuahkan akhlak yang baik dalam kehidupannya. Karena buah dari keimanan yang baik adalah akhlakul karimah (Akhlak yang Mulia).

Tanamkan pemahaman Islam yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Jauhkan ia dari budaya hedonis barat yang telah menyerang umat muslim dunia. Bekali dia dengan pemahaman ilmu keislam yang benar agar ia bisa menakar mana yang sesuai dengan syariat dan mana yang hanya keabu-abuan atau kemungkaran.
Jauhkan dia dari Ghoswul Fikri (Perang pemikiran) yang telah ditancapkan kaum kapitalis melalui tiga sarana (F3) : Fun (Hiburan), Food (Makanan), Fashion (Pakaian atau cara berbusana atau tata cara bergaya)

Ajari anak dengan hiburan yang benar, kenalkan budaya Islam yang sesuai dengan syariat’nya.
Kenalkan pada syair dan lagu serta music yang benar, yang dihalalkan oleh Islam, yang bisa menumbuhkan ghiroh juangnya untuk tertegaknya Islam,kenalkan pada ilmu dan teknologi yang benar agar ia bisa memakainya untuk kejayaan Islam tak sekedar untuk memenuhi nafsunya.----- (susah neeh , kebanyakan anak sekarang lagunya Justin bieber :(


Ajari mencari dan memakan yang toyyib (baik) dan halal agar ia tak tercampuri barang haram dari proses mencari dan memakannya.
Sehingga kesholihannya terjaga dari barang haram yang tak disangka-sangka. Karena makanan akan membentuk tubuh manusia. Jika bahan pembentuk susunannya toyyib dan halal maka hasilnya pun akan toyyib dan halal, yaitu sebuah tubuh yang mencerminkan kesholihan dan terus bercahaya dimanapun ia berada.

Ajari anak untuk berpakaian sesuai Syari’atnya. Kenalkanlah pakaian yang bisa menutup auratnya.
Bila laki-laki antara pusar dan lututnya…dan bila wanita seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan mukanya.
Biasakan memakai jilbab untuk anak perempuanmu…karena itu akan menjaga kehormatannya dan gampang untuk dikenali bila telah baligh

Didik ia menjadi pribadi idaman harapan Allah, didik ia
dengan kemandirian dan semangat pengorbanan terhadap agamanya. Agar bilamana Rabb-nya menyeru untuk melaksanakan kewajibannya berjuang menegakkan Syari’atNya ia tak enggan lagi untuk melaksanakannya.

Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang bijaksana dan mendidik anak dengan keikhlasan dan kesabaran karena Allah semata.

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Mari kita jadikan anak-anak kita seperti Abu Bakar Ashidiq yang teguh kejujuran dan keimanannya,
mari kita jadikan anak kita Umar bin Khottob yang tegar dan berani kepada kafir durjana,
Mari kita didik anak kita menjadi Ali bin Abi Tholib yang tangkas akan keahlian perangnya,
Mari kita didik menjadi Usman bin Affan yang rela meninggalkan harta kemewahannya demi keimanannya.
Mari kita didik menjadi Khodijah yang selalu setia dengan pengorbanannya dan keteguhan imannya.
Mari kita didik menjadi Aisyah yang encer otak dan kepiawaiannya, mari kita didik menjadi Fatimah yang bisa menentramkan suaminya, mari kita didik menjadi Asiyah yang bisa menebar kesabaran atas semua takdir hidupnya dan mari kita didik seperti Naila yang sangat setia terhadap suaminya.

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Jadilah Lukman yang selalu berpesan pada anaknya…

”…..Wahai anakku ! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”


Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik kepada)kedua orang tuannya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadak Ku dan kepada Orang Tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.


Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduannya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahu kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.


“Wahai anakku ! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan)
seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, Niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha teliti.


Wahai anakku ! Dan Laksanakanlah Sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.


Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.


Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (QS. Lukman : 13-19)


“Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allahlah kesudahan segala urusan (QS. Lukman : 22)

♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

SMOGA BERMANFAAT ^__^

Kamis, 30 Juni 2011

MUHASABAH CINTA

JIKA CINTA PADA MANUSIA saja dapat kita TEBUS dengan harta, dan nyawa…, jiwa dan raga…
BAGAIMANA PULA dengan ALLAH yg telah MENCIPTAKAN KITA?
Yang KITA SUDAH BERSAKSI, BERJANJI pada DIA dan RASULNYA

jika cinta itu butuh pengorbanan
biar saja kekejaman zaman, dan bahkan buah pikiran – pikiran yang menyimpang menjadi bukti kesungguhan

di atas Ridho dan Restu-NYA kini jiwa kecil itu memulai langkahnya…
tak mudah tak menjadikan arti baginya susah…
patah dalam hari yang bergerilya dengan waktu…
adalah sbuah kewajaran yg akan meninggalkan sbuah  pelajaran…

dan adakah yang lebih indah ketika CINTA itu BENAR BERTASBIH?
Bukan pada egonya nafsu…
Bukan pula menempatkan perasaan atas nama AGAMA dan ILLAH nya…
Tapi benar UTUH kembali pada sang PENCIPTA RASA dan  PENGOLAH  JIWA…

ku jadikan keterbatasan waktu ini yang ‘kan membingkis  segala perih, suka, dan dukaku




Adakah pernah KITA sejenak sadari..

bahwa setiap mereka yang KITA cintai, jiwanya berada dalam genggamanNYA? Dan ketahuilah bagi KITA SEMUA  bahwa ALLAH saja yang BERKUASA atas SEGALA SESUATU.

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah saw bersabda :

Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya :

Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah.
Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu.

Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.
 ( Hadist Riwayat Muslim).

Hasbunallah wani’mal wakil
 La haulla wa laa quwatta illa billah


sekarang haruskah lagi ku membuat senduan  kesemuan CINTA?
sementara ku tahu pasti dan ku faham betul
itu bukan TIDAK PENTING, tapi ITU BUKAN YANG UTAMA
AMANAH hidup ini jauh lebih besar dengannya kita berperan bersama sbuah IMAN






Kita pernah dan bahkan sering menangisi  kekelaman kisah dan cerita cinta dengan seseorang yang kita cintai, tapi sadarlah kini, apakah kita pernah dan sesering itu pula menangisi rasa bersalah kita dan dosa kita  pada cinta yang semestinya KITA JAGA ini?

Cinta yang ALLAH bagi , bukan hak “pasti” bagi kita wahai hati yang mengerti, karena itulah hanya ALLAH saja yang membolak – balikkan hati manusia.


Cinta itu fitrah, Kemuliaan yang AGUNG dan TERTINGGI dari sang MAHA PEMBERI

Dan pantaskah kita ? jikalau yang diinginkan kita adalah suatu KEBERKAHAN namun “cara – cara” yang kita guna saat ini adalah suatu hal yang “jelas” di  tentang oleh ajaran AGAMA dengan ke –HAQ-annya? Apakah masih pantas kita menerima “rahmah” itu

 IMAN adalah LISAN , HATI, dan PERBUATAN


Wahai nurani yang bening dan bahkan lebih bening dan dari tetesan embun pagi
 Ku sampaikan padamu sesuatu yang kini membuatku lebih tegar dari masa kelamku
Perenungan tidak hanya sampai pada air mata yang menetes karena sebuah “penyesalan…”
Karena sebuah “taubat”  juga tidak akan terlaksana jika hanya sampai pada kata yang terucap

JIKA mengaku cinta, maka buktikanlah… cinta KITA …


JIKA bersaksi… maka berlakulah sebagaimana saksi yang jujur…,


yang patuh untuk menyampaikan dan membawa apa – apa yang di benarkan olehNYA…

 kembalilah, kembalilah pada yang dikatakan hati kecil itu…


sungguh ALLAH itu MAHA PENGAMPUN bagi hamba-NYA yang bersegera memperbaiki diri dari segala kekhilafannya…, JANJI ALLAH MAHA BENAR bagi orang – orang yang beriman

CINTA yang murni dan suci itu adalah amanah bagi KITA…, dan amanah adalah tanggung jawab yang BESAR.

Dan sesuatu yang BESAR, tak akan dapat kita kuat mengangkatnya tanpa ijin-NYA, maka kembalilah kita padaNYA atas segala ikhtiar dan DOA

Luruskan niat, dan jagalah kebaikkan pada hati ini





Cinta itu adalah FITRAH ILLAHI RABBI

MAHA SUCI ALLAH YANG TELAH MEMBERIKAN SEMUA INI

tapi adakah pemberian itu selalu dilepas tanpa sebuah AMANAH? Tanpa adanya UJIAN?

cinta itu diberikan karena untuk dijaga dan dilestarikan, ia memiliki tempat yg layak baginya....

bukan tempat untuk menjual JANJI MURAH yg berasaskan sebatas dari HATI dan KETULUSAN semata..

HATI itupun perlu ditempa dengan IMAN agar IA DAPAT MENGENAL KEBENARAN dengan KEBENARAN, karena KEBENARAN memiliki CAHAYA ( Mu'adz bin Jabal)

tidak ada nama CINTA yg berujung DUSTA, jika dalam jalan ALLAH KITA telah lurus untuk melangkahkan kaki ini bersama perintah dan petunjuk-NYA

“Takutlah kepada Allah. Laksanakan kewajiban Anda kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, sebab tidak semua orang yang melaksanakan kewajibannya kepada Allah dapat melakukannya dengan sebaik-baiknya.

SYARAT-SYARAT MENJADI KEKASIH ALLAH


Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarrakatuh....

ALI IBN ABI TALIB bercerita:
...
Suatu hari di Masjid Nabawi RASULULLAH mengajari IBN ABBAS perihal capaian2 dan syarat2 seseorang untuk menjadi kekasih Allah:

Jagalah hak dan kewajibanmu terhadap ALLAH, ALLAH akan menjagamu

Jagalah hak dan kewajibanmu terhadap ALLAH, Dia akan menyertai setiap langkah dan usahamu.

Jika kau meminta, mintalah kepada ALLAH.

Jika kau memohon pertolongan, mohonlah kepada ALLAH.

Ketahuilah; seandainya semua umat berkumpul untuk memberimu kebahagian, ingatlah bahwa kebahagian tidak akan pernah terwujud kecuali ALLAH sudah menentukan terhadap dirimu.

Dan seandainya segenap manusia berusaha mencelakakanmu, hal itu tidak akan pernah terjadi kecuali ALLAH telah menggariskan mara bahaya itu terhadapmu.

Jagalah hak dan kewajiban terhadap ALLAH, Dia akan selalu berada di depanmu.

Ingatlah akan ALLAH pada saat kau lapang dalam kesenangan, dan ALLAH akan mengingatmu dalam kesedihan dan himpitan.

Ketahuilah apa yang menimpamu, bukanlah hukuman atas kesalahanmu, dan kesalahanmu belum tentu menyebabkan musibahmu..

Sesungguhnya bersama kesedihan itu ada kesenangan.
Sesungguhnya bersama kesempitan itu ada kelapangan.
Sesungguhnya bersama kesusahan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya kesabaran akan melahirkan kemenangan.


IMAM ASY-SYAFII berkata dalam bait-bait syairnya:

Tiada persinggahan bagi seorang insan setelah kematiannya, kecuali persinggahan yang sudah dibangunnya sebelum kematian.

Bila pondasi persinggahan itu dibangun dengan kebaikan, akan kokoh.
Jika dibangun dengan amal keburukan, akan rapuh.

Nafsu mendorong untuk mencintai dunia.
Sedangkan kebahagian adalah meninggalkan kesenangan duniawi.

Bergegaslah untuk menanam ketakwaan diri,
Maka kau akan memetik buahnya setelah kematian.

Jika semua laku seseorang, lahir maupun batin, sudah (sampai) pada purna tawajjuh-nya, maka kasih ALLAH akan selalu menyertainya, ALLAH akan menyibakkan tirai karamah (kelebihan) dan ilmu-ilmu ALLAH yang tersirat.

Semua itu lahir dari buah ketulusan dan keikhlasannya dalam beribadah, dan ALLAH mengganti ketulusan itu dengan Taufiq-Nya.

Dan bila kesalehan ritual itu disertai dengan kesalehan sosial, Allah akan menuntun pendengaran dan pengelihatan kekasih-Nya kepada hal-hal yang dicintai-Nya

"ALLAH adalah pemimpin bagi orang-orang yang beriman, yang membawa mereka dari jalan kegelapan menuju jalan terang benderang.(Q.S. 2:257)


Sumber: Hadiqah al-Awliya (Tajuddin Naufal)